Evolusi, Suksesi dan Faktor Pembatas

Evolusi

Bila ditinjau dari kajian/segi biologi evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penyebab utama perubahan-perubahan ini adalah variasi, reproduksi dan seleksi dengan 2 macam mekanisme, yaitu seleksi alam dan genetik.

Jenis Evolusi ada dua, yaitu ;

– Evolusi kosmik adalah evolusi yang terjadi pada lingkungan abiotik atau lingkungan               tidak hidup / tak hidup.

– Evolusi Organik / Organis adalah evolusi yang terjadi pada lingkungan biotik pada                 mahluk hidup dari generasi ke generasi.

Ilmuan mempelajari evolusi dalam dua tingkatan populasi. Evolusi mikro terdiri dari perubahan genetik kecil yang terjadi dalam beberapa generasi. Evolusi makro adalah pola perubahan yang lebih luas dalam ribuan generasi sehingga terbentuk spesies baru. Kedua tingkatan evolusi ini menyebabkan populasi dan spesies berubah seiring waktu.

Perubahan evolusi memiliki dua model. Gradualisme adalah model perubahan yang terjadi lambat dengan laju yang tetap. Keseimbangan dipertepat (punctuated equilibrium) merupakan perubahan cepat dalam tempo singkat yang menginterupsi perubahan kecil yangterjadi dalam waktu yang lama. Evolusi kehidupan di planet ini terjadi baik secara gradual maupun dipertepat.

Evolusi Terumbu Karang menurut Darwin dan Daly

Karang berbentuk atoll ata yag lebih dikenal dengan sebutan lagoon mempunyai 2 teori tentang pembentukannya salah satunya dikatakan oleh Darwin sedangkan yang lainnya oleh Daly. Darwin mengatakan bahwa coral Atoll terbentuk karena gerakan tektonik bumi. Pada awalnya karang tersebut tumbuh di pinggir-pinggir pulau kemudian akibat adanya pergerakan tektonik bumi yang menyebabkan pulau itu lambat laun menjadi tenggelam tetapi karang yang sudah ada tetap tumbuh, saat benar-benar tenggelam kawasan yang kosong itu diisi air sehingga menjadi Lagoon.

Menurut Daly, Coral atoll ini terbentuk karena pengaruh pergerakan bumi yang makin mendekat matahari menyebabkan naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan tenggelamnya substrat awal terumbu karang. Walaupun substrat(pulau/gunung vulkanik) tenggelam coral tetap berusaha tumbuh dan sekarang menjadi coral atoll.

coral atoll

Suksesi

Suksesi diartikan sebagai eksosistem yang telah mengalami perubahan sepanjang masa, perubahan ini berjalan kearah keseimbangan atau bisa juga merupakan suatu konsep ekologi yang berkenaan dengan gerak maju komunitas atau sere, dimana satu komunitas atau asosiasi spesies tinggal disuatu tempat dan memodifikasi kondisinya sebelum komunitas selanjutnya mengambil alih tempat tersebut.

Penggantian satu asosiasi dengan lainnya terus berlanjut sampai mencapai komunitas akhir atau komunitas klimaks yang bertahan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Konsep mendasar dari suksei adalah bahwa spesies tertentu harus ada sebelum yang lainnya muncul untuk memodifikasi lingkungan bagi rangkaian komunitas selanjutnya.

1. Suksesi primer

Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.

Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan. Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu.

2. Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.

Faktor-Faktor Pembatas

Apa itu faktor pembatas?

Faktor pembatas merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi jumlah dan perkembangan suatu ekosistem. Setiap makhluk hidup memiliki bahan-bahan yang penting bagi kelangsungan hidupnya, apabila bahan-bahan ini tersedia dalam jumlah yang minimum, maka akan bertindak sebagai faktor pembatas begitu pula bila tersedia dalam jumlah yang terlalu banyak, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Hal-hal seperti ini meyebabkan adanya batas minimum-maksimum sebagai kisaran toleransi suatu organisme. Contohnya : Terumbu karang dapat hidup dengan toleransi suhu berkisar 20-30oC.

Cahaya, temperatur dan air secara ekologis merupakan faktor lingkungan yang penting untuk daratan, sedangkan cahaya, temperatur dan kadar garam merupakan faktor lingkungan yang penting untuk lautan.

“Untuk penjelasan mengenai energi, Relung, habitat ada di Allin Susmay Yunisas…

http://allinsusmay.wordpress.com/2011/04/04/resume-ekologi-laut-tropis/‎”

 

Dapus :

Nybakken, James. 1992. Biologi Laut.

http://organisasi.org/pengertian_arti_definisi_evolusi_serta_jenis_dan_macam_evolusi_evolusi_kosmik_dan_evolusi_organik_pengetahuan_sains_biologi

http://www.faktailmiah.com/2011/03/22/evolusi.html

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1988686-evolusi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi

http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0033%20Bio%201-7d.htm

http://www.try4know.co.cc/2010/03/faktor-pembatas-ekosistem.html

 

About siskakodong

Siska Karlina Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Evolusi, Suksesi dan Faktor Pembatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s