Aplikasi Oseanografi >> Mitigasi Bencana Tsunami

Mitigasi

Mitigasi bisa diartikan sebagai segala tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya, dan mengurangi daya rusak suatu bahaya yang tidak dapat dihindarkan karena faktor alam. Mitigasi bencana harus dilakukan oleh pemerintah dan warga, tidak bisa hanya emerintah sendiri atau warga Negara sendiri.

Mitigasi bencana ini memerlukan perencanaan yang tepat. Hal-hal yang harus direncanakan adalah : mengatur sumber daya, mempelajari dampak dan resiko, mengembangkan rencana mitigasi, menerapkan rencana dan memantau proses.

Tsunami

Tsunami sendiri berasal dari bahasa Jepang “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang berarti gelombang bila disatukan artinya kira-kira menjadi pasang laut besar yang terjadi di pelabuhan, sedangkan ilmu kebumian terminologi ini dikenal dan baku secara umum tsunami dideskripsikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh suatu gangguan impulsif yang terjadi pada medium laut, seperti terjadinya gempa bumi, erupsi vulkanik, atau oleh land-slide (longsoran).

Perlu diketahui dilaut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam sama seperti kecepatan pesawat terbang. Saat awal terjadi tsunami tidak akan terasa oleh kapal yang sedang berlayar karena pada saat itu gelombang dilaut dalam hanya berkisar 1 meter tetapi pergerakan ini bisa dibilang cepat maka bila dilihat dari batas pantai akan mengalami penurunan permukaan air yang drastis, ketika gelombang ini mendekati pantai keadaannya telah berubah kecepatannya menurun hingga 30 km per jam berkebalikan dengan tinggi gelombang yang dapat mencapai hingga puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Tsunami bisa terjadi kapan saja baik itu malam maupun siang, tsunami bisa terjadi karena ada pergerakan lempeng. Dampaknya sangat besar, seperti ;

-Banjir dan gelombang pasang yang tinggi

-Kerusakan pada sarana dan prasarana di sekitar kawasan pesisir

-Pencemaran sumber-sumber air bersih

Mitigasi Tsunami

Seperti telah diketahui salah satu untuk mencegah tsunami itu dengan menggunakan TEWS (Tsunami Early Warning Sistem) yang dipasang di daerah-daerah yang rawan akan terjadinya tsunami seperti di perairan pertemuan antar lempeng.

TEWS adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi tsunami dan member peringatan dini agar menghindari atau meminimalisir jatuhnya korban. TEWS sendiri merupakan suatu gabungan dari instrument kelautan seperti Seismometer, Akselerometer, GPS, Buoy dan Tide gauges serta tsunami database.

Cara kerjanya :

  1. Gempa terjadi di dasar laut kemudian air surut secara drastis
  2. Hasil pengukuran gempa oleh tsunameter dikirim melalui sinyal acoustiq ke buoy
  3. Buoy meneruskan hasil pengukuran gempa ke satelit
  4. Satelit meneruskan data ke Tsunami Warning center
  5. Jika gempa memenuhi syarat terjadinya tsunami* maka BMG akan memerintahkan pejabat lokal membunyikan sirine.

Video cara kerja TEWS : http://www.youtube.com/watch?v=2mKbFORiDzg atau http://news.okezone.com/play/3702/cara-kerja-tsunami-buoy

Syarat terjadinya tsunami :

  • Letusan gunung api, gempa bumi (gempa bumi yang berpusat pada tengah laut dangkal 0-30 km, gempa bumi yang berkekuatan minimal 6,5 SR, gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun)
  • Longsor maupn meteor yang jatuh ke bumi.

Peran SIG

Selain TEWS ada beberapa hal yang dapat membantu dalam menangani maslah tsunami ini yaitu SIG (Sistem Informasi Geografis).

Sistem Informasi Geografis (SIG) menyediakan platform yang tepat dalam perolehan data dan manajemen informasi dalam mitigasi bencana tsunami. citra satelit dan elevasi digital digunakan sebagai layer dalam SIG mitigasi tsunami dan dikombinasikan dengan geodata dan data tematik yang berbeda (Taymaz dan Willige, 2006).

Menurut Erlingsson (2005) sistem informasi geografis dapat digunakan untuk berbagai macam bencana dalam fase pencegahannya, namun hal yang harus kita pertimbangkan adalah kegunaan dari sistem informasi geografis dalam perencanaan fisis untuk fase mitigasi, jadi selama kita mempertimbangkan resiko bencana seperti fasilitas umum, hal ini termasuk menentukan kegunaan tempat, menyediakan fasilitas shelter dan rute evakuasi.

Pada tingkat nasional, SIG dapat menyediakan informasi yang berguna, dan menciptakan kesiagaan bencana dengan peran dari para politisi dan dinas sosial, jadi pada tingkat pengambilan keputusan secara nasional dapat dilakukan. Pada tingkat umum, obyektifitas dari tindakan yang dilakukan adalah memberikan informasi mengenai bencana dan daerah yang akan terkena dampak dari bencana untuk keseluruhan wilayah dalam negara. skala pemetaan, dapat ditentukan dengan skala 1:1,000,000 atau lebih kecil.

Pada tingkat menengah dan tingkat aplikasi, SIG dapat digunakan untuk studi pengembangan mitigasi tiap kota yang mengalami kerusakan akibat bencana, beberapa areal dari wilayah kota dipetakan dengan skala 1: 25,000 sampai dengan 1:100,000 hingga skala besar, dari skala 1:25,000 – 1:5000. Detail dari informasi harus tinggi, data bencana harus lebih kuantiatif dan berdasarkan model deterministik atau probabilistik bencana. Informasi mengenai elevasi dari wilayah juga dibutuhkan untuk Model Elevasi Digital, dan jenis lainnya yakni peta lereng dan kemiringan. Kemampuan analisa SIG untuk zonasi bencana tsunami juga digunakan secara ekstensif.

Masih banyak ilmu-ilmu yang dapat kita pelajari untuk membantu dalam mitigasi bencana alam khususnya tsunami, salah satunya adalah Teknologi Geospasial.

Daftar Pustaka :

http://rageagainst.multiply.com/journal/item/26

http://anakpasisia.wordpress.com/2010/02/02/mitigasi-tsunami/

http://www.iptek.net.id/ind/?an=2&mnu=3

http://manajemenbencana.wordpress.com/perencanaan-mitigasi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami

About these ads

About siskakodong

Siska Karlina Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

25 Responses to Aplikasi Oseanografi >> Mitigasi Bencana Tsunami

  1. oliver prawira says:

    Info yang bermanfaat banget untuk waspada bencana tsunami yang akhir-akhir ini makin mewabah…
    semoga saja bisa disempurnakan agar tidak memakan banyak jiwa bila terjadi tsunami..

  2. mecha says:

    infonya bagus banget nih!
    sayang ngak ada cara kita menyelamatkan diri bila ada peringatan tsunami
    terima kasih infonya!

  3. saiyaffakhri says:

    wah wah
    keren keren
    gua baru tahu cara kerja tsunameter kaya gitu

  4. Info yang penting nih tentang mitigasi bencana (tusnami).
    Oiya, boleh tau ga kelebihan dan kekurangan dari alat TEWS ini? Terimakasih.

    • siskakodong says:

      kalau menurut info yang saya dapet TEWS ini merupakan sistem yang paling canggih/bagus untuk mitigasi tsunami yang ada sekarang ini, sedangkan kekurangannya : tidak bisa benar-benar 100% memprediksi akan terjadi tsunami atau tidak

  5. afdhalul zikri says:

    nice :)
    saya mau nanya, kira-kira alat TEWS itu bertahan berapa lama?
    dan seberapa akuratkah alat tersebut?
    makasih

    • siskakodong says:

      TEWS itu terdiri dari beberapa alat/komponen lain, maka masa pakai setiap komponen berbeda-beda. seperti ;
      – baja penambat GPS buoy harus diganti tiap 2 tahun sekali sedangkan masa pakai GPS buoy bisa bertahan sampai 25 tahun
      – penggantian batere 2 tahun sekali

  6. febrrymarinescience says:

    Waah.. nice inpo niih.. apa lagi issue akhir2 ini tsunami lagi booming.. semoga bermanfaat deeh.. :)

  7. Elma dahlia puri says:

    mudah2an indonesia bisa nerapin mitigasi dan alat pendeteksi kaya gini,.
    biar korbannya ga nyampe ratusan jiwa lagi :)))

  8. wah info yang menarik!
    mau tanya nih, disini ada ga alat selain TEWS yg bisa memprediksi datangnya tsunami dan bagaimana jika ada tsunami, apa yg harus kita lakukan?
    makasih :)

    • siskakodong says:

      wah kalau mengenai alat selain sistem TEWS mungkin saja ada tetapi yang saya tau untuk peringatan adanya tsunami ini yang paling terkenal adalah TEWS sendiri.

      Jika terjadi tsunami dan tinggal di daerah pesisir kita harus mengikuti langkah-langkah untuk menyelamatkan diri. untuk lebih jelasnya tunggu postingan yang baru aja ya… :)

  9. odong sebelum trjadinya tsunami,kan kita tau terjadi gempa dulu…
    nah klo terjadi gempa ,, kita dapat mengetahui terlebih dahulu ga,?
    walo dengan alat…

  10. dddiwi says:

    ooowh bgus nie, iwi bru dnger.. ada alat TEWS

  11. diarnenochan says:

    hmm.. postinganya bermanfaat bgd, sprti yg kita tau, Indonesia itu 70% terdiri dari perairan, serta letak Indonesia yang sangat “strategis” dikelilingi oleh lempeng”… tidak mengherankan bencana seperti tsunami,gmpa bumi,dll sering menghampiri kita…

    semoga bisa nambah pengetahuan bagi yang membacanya… :)

  12. wimal09001 says:

    berbicara tentang mitigasi, menurut anda langkah tepat dan cepat apa yang seharusnya pemerintah jepang lakukan saat ini,dalam menghadapi tsunami lalu adakah hubungannya dengan ilmu yang anda pelajari ? tolong jelaskan

    • siskakodong says:

      sebenarnya untuk meminimalisir kerusakan dan korban akibat tsunami harus dijalankan jauh sebelum tsunami terjadi dan Jepang adalah salah satu negara yang sudah menjalankan hal ini dengan cukup baik.

      siklus manajemen bencana :

      mitigasi -> kesiapsiagaan -> bencana -> tanggap darurat -> pemulihan -> pembangunan -> pencegahan -> mitigasi

  13. Ridho Rachman says:

    menurut kamu, mengapa negara semaju Jepang bisa “kecolongan” dalam mitigasi bencana yang sekarang alami ?

    • siskakodong says:

      yang namanya bencana alam tidak satupun orang atau alat yang dapat memprediksinya benar-benar akurat.
      perlu diketahui tsunami yang terjadi di jepang maret 2011 itu dikarenakan 2 gempa yang terjadi dengan perbedaan waktu 30 menit.
      gempa pertama berkekuatan 8,8 SR sedangkan yang kedua 7,4 SR. Lokasi gempa ini berpusat di 382 kilometer timur laut Tokyo dengan kedalaman 10 kilometer.
      Bisa dibayangkan bagaimana kekuatan tsunami yang melanda jepang ini. apalagi dengan masalah meledaknya reaktor nuklir.
      #prayforjapan

  14. Ridho Rachman says:

    menurut kamu, mengapa negara semaju Jepang bisa “kecolongan” dalam mitigasi bencana yang sekarang alami ??

  15. Ridho Rachman says:

    maaf nanya lagi..
    apakah sistem yang disebutkan diatas sudah diterapkan dengan benar di Indonesia ?

    • siskakodong says:

      Indonesia sudah menerapkan TEWS ini, dan alat-alatnya sudah dipasang di titik-titik rawan terjadinya gempa yang dapat menyebabkan tsunami. sayangnya belum ada koordinasi yang baik. Perlu diketahui dari semua alat yang terpasang di seluruh Indonesia hanya sekitar 40% yang masih berjalan dengan baik sedangkan yang lainnya rusak dankehilangan beberapa komponennya karena dicuri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s